Abu Rizal Bakrie (ARB): Tokoh Inspiratif Asal Lampung yang Membangun, Menggerakkan, dan Memberdayakan Umat
Bandar Lampung — Nama Abu Rizal Bakrie (ARB) sudah lama dikenal sebagai salah satu tokoh nasional dengan pengaruh besar di dunia bisnis, politik, dan sosial. Namun tak banyak yang mengetahui bahwa ia memiliki ikatan kuat dengan Tanah Lampung, yang ia sebut sebagai salah satu akar kekuatan spiritual dan budaya dalam perjalanan hidupnya.
ARB pernah dianugerahi gelar adat Lampung “Suttan Raja Perkasa Alam” sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi dan kedekatannya dengan masyarakat Lampung. Gelar ini menegaskan bahwa ARB bukan hanya figur nasional, tetapi juga bagian penting dari sejarah dan identitas lokal masyarakat Bumi Ruwa Jurai.
Membangun Warisan Abadi: Masjid Raya Al-Bakrie Lampung
Salah satu jejak monumental ARB di Lampung adalah pembangunan Masjid Raya Al-Bakrie, sebuah kompleks megah yang berdiri di atas lahan sekitar 2,3 hektare dan dirancang menampung hingga 12.000 jamaah.
Masjid ini bukan sekadar bangunan; ia adalah wujud cinta ARB kepada tanah leluhurnya. Peletakan batu pertama pembangunan masjid dilakukan bersama Gubernur Lampung dan Kemenpora pada 20 Februari 2023. Peresmian resminya direncanakan pada 12 September 2025, dengan menghadirkan Menteri Agama RI, Gubernur Lampung, dan ARB sendiri.
ARB menegaskan bahwa pembangunan masjid adalah bentuk amal jariyah keluarga Bakrie, sebuah warisan spiritual yang diharapkan membawa keberkahan lintas generasi.
Masjid Sebagai Pusat Ibadah, Pendidikan, Ekonomi, dan Pemberdayaan
Visi ARB untuk masjid ini tidak sekadar tempat sholat. Ia ingin menjadikannya rumah besar umat Islam Lampung, yang berfungsi sebagai:
pusat pengajian dan pendidikan,
balai kegiatan sosial dan diskusi keagamaan,
ruang kreativitas pemuda,
serta pusat ekonomi umat.
Di area masjid, disiapkan berbagai fasilitas UMKM agar masyarakat kecil dapat menjual produk dan mengembangkan usaha. Dengan demikian, masjid ini bukan hanya simbol religius, tetapi juga instrumen pembangkit ekonomi lokal.
ARB dalam satu kesempatan menegaskan:
“Masjid bukan hanya tempat ibadah; ia harus menjadi pusat berkumpul, belajar, dan tumbuh. Umat Lampung berhak mendapatkan fasilitas terbaik.”
Kolaborasi Besar untuk Kemajuan Lampung
ARB mendorong kolaborasi tiga unsur besar—pemerintah, lembaga keagamaan, dan pengusaha lokal untuk mengelola masjid ini secara profesional dan terbuka. Ia percaya bahwa keberkahan akan hadir jika masjid dikelola dengan niat baik, kerja sama, dan kepemimpinan yang jujur.
Dalam setiap agenda kunjungannya ke Lampung, ARB selalu menekankan pentingnya peran generasi muda. Ia menyampaikan pesan terkenal:

“Setiap masa ada orangnya, setiap orang ada masanya.”
Sebuah pesan sederhana namun mengandung makna bahwa estafet kepemimpinan harus terus berjalan, dan anak muda Lampung harus berani mengambil peran penting dalam membangun daerahnya.
Tokoh Nasional yang Tidak Melupakan Akar Daerah
Sebagai bagian dari Grup Bakrie, salah satu konglomerat terbesar di Indonesia, ARB membuktikan bahwa kesuksesan nasional tidak membuatnya jauh dari akar budaya. Di ranah politik, ia pernah menjabat Ketua Umum Partai Golkar dan tetap aktif berkontribusi dalam pembangunan nasional.
Namun Lampung memiliki tempat khusus di hatinya. Melalui pembangunan masjid, pemberdayaan UMKM, dukungan kegiatan sosial, serta kedekatannya dengan tokoh adat, ARB menunjukkan jati diri sebagai pemimpin yang tidak melupakan asal-usulnya.
Warisan untuk Generasi Mendatang
Di mata masyarakat Lampung, Abu Rizal Bakrie bukan sekadar tokoh besar yang dihormati, tetapi juga panutan yang menunjukkan bahwa:
keberhasilan harus disertai kepedulian,
kedudukan harus menghasilkan manfaat,
dan kekayaan sejati adalah keberkahan yang terus mengalir.
Masjid Raya Al-Bakrie menjadi simbol nyata bahwa seorang tokoh besar dapat meninggalkan jejak abadi di tanah kelahiran — bukan dari apa yang ia ambil, tetapi dari apa yang ia berikan.
